Aku pernah berpikir bahwa rindu hanya milik mereka yang sedang berjauhan. Mereka yang dipisahkan kota, waktu, atau keadaan. Mereka yang hanya bisa memandang seseorang melalui layar, menunggu kabar yang tak kunjung datang, atau menghitung hari sampai akhirnya bisa bertemu. Ternyata aku keliru. Sebab ternyata ada rindu yang tumbuh justru ketika seseorang berada begitu dekat. Dan entah sejak kapan, aku mengalaminya kepadamu. Aku merindukanmu bahkan ketika kau sedang duduk di sampingku. Ketika jarak di antara kita hanya beberapa jengkal, ketika suaramu terdengar begitu jelas, ketika matamu masih bisa kutatap tanpa perantara apa pun. Aku tetap merindukanmu. Bukan karena kau kurang dekat. Mungkin justru karena kau terlalu dekat dengan hatiku. Ada sesuatu tentangmu yang membuat kehadiranmu tidak pernah terasa cukup. Bukan karena aku serakah ingin memilikimu lebih banyak, tetapi karena setiap kali bersamamu, selalu ada bagian dari diriku yang ingin mengenalmu lebih jauh. Aku ingin tahu l...
Diary, Puisi, Prosa, Opini