Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

BIAR MALAM BERCERITA

Biar malam bercerita, betapa gelap bukanlah suatu yang menakutkan. Dalam gelap seseorang justru lebih mudah menemukan kerlip kecil yang tak dapat dilihat di antara terang cahaya. Seperti rindu dan senyumanmu. Biar malam bercerita, betapa gemintang yang bertaburan di langit seringkali kehilangan kedipnya. Bukan tertutup mendung atau malam akan segera pergi. Wajah berserimulah yang tak dapat dibendung sinarnya; kerap terselip di antara kilaunya. Biar malam bercerita, betapa suara burung kedasih sering terdengar ketika purnama tergantung di ujung cakrawala. Bunyinya bukan lantaran malam dan gulitanya. Melainkan ia khawatir bisikan lirihmu tak dapat lagi dibawa angin sampai pada gubukku. Biar malam bercerita, betapa bulan tanggal 15 bukanlah yang ditunggu-tunggu bulbul di ranting-ranting pohon. Apalah istimewanya bulan tanggal 15 bila tatap matamu tak ikut terbit. Purnama sepenuhnya tenggelam di wajahmu; rindu-rinduku. Biar malam bercerita, betapa semilir angin di bawah langit bertabur bin...

AKU MEMIKIRKAN HUJAN TURUN HARI INI

"Kenapa kita mengenang banyak hal saat hujan? Karena kenangan sama seperti hujan. Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana bisa kita akan menghentikan tetes air yang jatuh dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya." _ Tere Liye *** Aku memikirkan hujan turun hari ini. Membasahi dinding-dinding rumah. Menciptakan nyanyian merdu di halaman dan sepanjang jalan yang sepi; tenang dan dingin. Aku memikirkan hujan, juga memikirkan dirimu. Karena kerap sekali wajahmu seakan mengintip dari balik jendela bersama kecipak air yang menempel di bagian kacanya. Hujan dan dirimu adalah kenikmatan yang patut disyukuri karena Tuhan telah menciptakan ingatan. Tidak ada yang lebih nikmat ketika hujan turun selain memulangkanmu ke dalam kepalaku. Sedih, pilu, dan senangnya serupa kopi yang tercampur dari pahit dan manis. Menciptakan rasa candu pada setiap tegukan. Bukankah kopi sempurna karena rasa pahitnya? Begitu pula diriku saat mengingatmu. Aku me...