Seperti biasa, duduk berlama-lama di bangku kuliah selalu membosankan. Entah hanya aku yang merasa atau semua mahasiswa pada umumnya juga merasa begitu; hal wajar mungkin. Suasana ramai oleh tawa, kipas angin yang terus berputar entah sudah putaran ke berapa kalinya. Begitu setiap hari.
Satu-satunya yang membuatku terus bertahan dengan kebosanan itu adalah ketika berdiskusi atau bahkan berdebat dengan Paisol, teman kelas paling pintar yang sekaligus adalah sahabat baikku. Ketika berada di kelas aku selalu ingin mengalahkannya, meski belum bisa. Terbukti dari nilai kita dalam dua semester terakhir aku masih di bawahnya beberapa poin.
Namun ketika keluar dari perkuliahan, kita adalah dua orang yang saling mendengarkan cerita satu-sama lain; memberikan masukan, nasehat, dan semacamnya. Teman makan yang sering khawatir terhadap masa depan masing-masing. Padahal ada pepatah mengatakan bahwa "Kekhawatiran tidak akan menghilangkan masalah di hari esok, namun selalu menghilangkan kedamaian hari ini".
Oh, iya. Berbicara masalah perkuliahan. Hari ini adalah minggu kedua aku masuk kampus dengan status mahasiswa semester 5. Memang benar, waktu yang sudah terlewati rasanya terlalu cepat ketika dibicarakan hari ini. Semua teman-teman kompak mengatakan "Padahal sepertinya baru kemarin kita menjadi MABA dengan semangat berapi-api. Sekarang sudah semester 5 tapi apinya telah redup entah sejak kapan".
Kira-kira apakah ada mahasiswa yang dari awal masuk kuliah singga lulus semangatnya tetap berkobar? Kalau ada, benar-benar hebat, sih. Sebenarnya apa yang membuat kebanyakan mahasiswa hanya semangat di awal saja? Apakah ada cara agar bisa tetap semangat kuliah?
Yah, sejauh ini aku merasa kuliah itu membosankan. Tapi di sisi lain aku tidak bisa untuk tidak kuliah. Ketika bangun tidur, salah-satu yang aku pikirkan adalah mata kuliah apa hari ini? Apakah aku sudah selesai mengerjakan tugas? Tentang apa yang akan dibahas? dan semacamnya.
Ah, entahlah! Barangkali aku hanya ingin menjadi mahasiswa baik yang mematuhi peraturan akademik. Lulus tepat waktu tanpa ada masalah. Dan lucunya aku ingin menjadi lulusan terbaik dengan segala kemalasanku tiap harinya. Ibaratnya kita hobi tidur tapi bercita-cita menjadi Presiden. Lucu, kan?
Kira-kira demikian. Kuliah, kuliah, kuliah, meskipun membosankan. Jangan tanya "Lalu buat apa kuliah kalau cuma begitu?". Untuk saat ini aku masih berpikir bahwa kuliah adalah cara terbaik menunda menjadi pengangguran. Hahahaha. (*)

Komentar
Posting Komentar