Langsung ke konten utama

Postingan

AKU INGIN MENJAGAMU LEBIH DARI DIRIKU SENDIRI

  Byy, Aku tidak pernah tahu sejak kapan aku mulai mengkhawatirkanmu sedalam ini. Mungkin sejak aku mulai hafal caramu mengatakan “aku baik-baik saja”, padahal dari caramu mengetik saja aku tahu ada sesuatu yang sedang tidak baik-baik saja. Atau mungkin sejak aku mulai merasa bahwa kabarmu bukan lagi sekadar kabar dari seseorang yang kukenal, melainkan sesuatu yang diam-diam kutunggu setiap hari. Ada perasaan yang tumbuh tanpa pernah meminta izin. Pelan-pelan. Hampir tidak terasa. Sampai akhirnya aku sadar, ternyata aku sudah terlalu jauh memikirkanmu. Aku memikirkan apakah hari ini kamu sudah makan. Apakah kamu cukup tidur. Apakah ada sesuatu yang membuatmu sedih tetapi tidak kamu ceritakan. Apakah hari ini kamu terlalu keras kepada dirimu sendiri. Hal-hal kecil semacam itu mungkin tidak penting bagi orang lain. Tapi entah kenapa, semuanya menjadi penting ketika tentangmu. Byy, aku tahu aku bukan laki-laki yang selalu tahu harus melakukan apa. Aku juga tidak ...

LEBIH DARI SELAMANYA

Ada seorang gadis yang biasa aku panggil Biyaa. Entah bagaimana semesta bekerja ketika mempertemukan aku dengannya. Dari sekian banyak wajah yang pernah singgah dalam pandangan, entah mengapa mataku selalu menemukan tempat paling teduh ketika memandangnya. Bagiku, ia bukan sekadar cantik. Ia adalah bentuk keindahan yang barangkali terlalu sulit diterjemahkan oleh kata-kata. Di alam semesta yang begitu luas, dengan jutaan manusia yang tumbuh di bawah langit yang sama, aku tetap percaya bahwa tak ada seorang pun yang mampu menandingi kecantikannya. Bukan karena dunia benar-benar hanya memiliki satu perempuan cantik, melainkan karena setelah mengenalnya, hatiku seperti kehilangan kemampuan untuk membandingkan. Malam-malamku pun perlahan memiliki kebiasaan baru. Ada percakapan yang selalu kutunggu di layar ponsel. Ada namanya yang membuat malam terasa sedikit lebih panjang untuk dinikmati. Kami berbicara tentang banyak hal; tentang hari yang telah dilalui, tentang hal-hal kecil y...

RUDI

Suara rintik hujan terdengar semakin ramai. Hujan pertama di bulan ini, tepat di pertengahan malam. Cerita itu ternyata benar bahwa hujan di malam hari akan membuat seseorang mengingat kenangan lebih banyak, lebih riuh. Melebihi jutaan tetes air dan riuhnya.  Hujan sering kali menjadi saat-saat paling susah untuk seseorang bisa move on. Entah apa sebenarnya hubungan keduanya - hujan dan kenangan. Apa jangan-jangan mereka saudara kembar yang Tuhan ciptakan dalam wujud yang berbeda? Begitulah yang Rudi pikirkan sejak pertama kali air hujan menetes di atap rumahnya. Dia sedang memikirkan wanita bernama Mia yang sudah lima tahun tak ada kabar. Nomor teleponnya mati, tidak pernah ada unggahan terbaru di media sosialnya. Entah berada di sudut dunia mana dia sekarang. Rudi merindukannya. Yang Rudi ingat ketika hujan turun di malam hari adalah pertemuan terakhirnya dengan Mia di persimpangan jalan dekat taman kota. Hujan turun saat itu. Rudi juga tidak menyangka bahwa pertemuan itu adalah ...

SELAYAKNYA CINTA, RINDU JUGA PUNYA TANGGAL KADALUARSA

Malam terus menua. Dinding-dinding rumah mulai dingin. Kaca jendela dihinggapi tetes embun. Namun aku belum bisa memejamkan mata. Beberapa lembar buku puisi telah kujamah. Lagu-lagu Bernadya tak lupa memenuhi ruangan; lirih dan syahdu. Sebagaimana pun indahnya lirik lagu Bernadya, tetap saja, sakitnya lebih terasa. Aku mencoba menerka-nerka isi kepalaku. Apa yang ia mau hingga tak mau berkompromi dengan mata agar terlelap. Ternyata ia sedang kedapatan tamu; rindu-rindu kepadamu dirimu. Entahlah, mengapa semakin hari, sesuatu yang bernama rindu ini semakin menjadi-jadi. Padahal apa yang patut dirindukan? Bukankah rindu hanya bisa terjadi pada sesuatu yang kita miliki? Sedangkan kau tidak pernah menjadi milikku. Aku memang tidak pernah mencoba untuk membunuh mati rindu ini. Karena menurutku, semakin kita paksa membunuhnya, semakin hidup abadi pula ia dalam ingatan kita. Barangkali karena rindu ini teramat cantik rupanya. Segala sesuatu yang cantik dan indah memang sukar untuk dihilangkan...

APA YANG PALING MENYAKITKAN DARI KENANGAN?

Sudah berjam-jam lalu aku mematung di depan laptop. Bingung, kata apa yang harus kutulis untuk mengawali cerita malam ini. Entah sudah lagu ke berapa yang habis kudengar, halaman demi halaman buku yang habis kubaca, berharap mendapat inspirasi cerita. Tapi, nihil. Aku masih kebingungan. Memang benar, bahwa hal tersulit dalam menulis adalah memulainya. Kalimat pertama adalah kunci untuk memasuki ruang-ruang selanjutnya. Dan lihat apa kalimat pertama pada tulisan ini? Silakan dibaca dari depan. Iya, benar sekali. Kalimat pertama tulisan ini adalah kebingungan. Tentu isi dari tulisan ini tidak jauh dari kalimat pertama tersebut; hanya berisi kebingungan-kebingungan belaka. Bahkan sebelum sampai akhir, isi dari  tulisan ini sudah bisa disimpulkan dengan cepat; iya, bingung. Tapi biar tidak klise, aku akan mencoba mengutip beberapa pesan kehidupan yang sempat aku baca di buku Tere Liye, tadi. Dalam buku #About Life Tere Liye bilang "Apa yang paling menyakitkan dari kenangan? Bukan kehi...

BIAR MALAM BERCERITA

Biar malam bercerita, betapa gelap bukanlah suatu yang menakutkan. Dalam gelap seseorang justru lebih mudah menemukan kerlip kecil yang tak dapat dilihat di antara terang cahaya. Seperti rindu dan senyumanmu. Biar malam bercerita, betapa gemintang yang bertaburan di langit seringkali kehilangan kedipnya. Bukan tertutup mendung atau malam akan segera pergi. Wajah berserimulah yang tak dapat dibendung sinarnya; kerap terselip di antara kilaunya. Biar malam bercerita, betapa suara burung kedasih sering terdengar ketika purnama tergantung di ujung cakrawala. Bunyinya bukan lantaran malam dan gulitanya. Melainkan ia khawatir bisikan lirihmu tak dapat lagi dibawa angin sampai pada gubukku. Biar malam bercerita, betapa bulan tanggal 15 bukanlah yang ditunggu-tunggu bulbul di ranting-ranting pohon. Apalah istimewanya bulan tanggal 15 bila tatap matamu tak ikut terbit. Purnama sepenuhnya tenggelam di wajahmu; rindu-rinduku. Biar malam bercerita, betapa semilir angin di bawah langit bertabur bin...

BERDIRILAH LAYAKNYA POHON KEHIDUPAN

Musim terus berganti; penghujan dan kemarau. Waktu berganti; pagi, siang, sore, hingga malam tiba. Jam berdetik dari angka satu ke angka selanjurnya. Terus begitu. Demikian siklus kehidupan. Setiap hari orang-orang baru lahir ke bumi bersama senyum bahagia, dan orang-orang lainnya menghembuskan napas terakhirnya diiringi isak tangis. Selain kelahiran dan kehidupan, orang-orang juga datang dan pergi. Bertemu lalu berpisah. Tertawa di taman luas, menangis di sudut kamar. Hidup kerap diibaratkan roda berputar karena terus mengikuti irama dan siklus kehidupan yang tak terputus itu. Bergerak dengan pola-pola tersebut. Maka apalah yang ditakutkan dari hidup? Semua hal pasti berlalu. Tidak ada yang abadi selain ketidak abadian itu sendiri. Hujan pasti reda, gelap malam disapu cahaya mentari pagi. Masalah-masalah hidupmu, sekalut apapun itu akan pergi darimu. Patah hati dan rasa pilu juga tidak akan selamanya membersamaimu. Bukan cuma hujan dan malam gelap. Pagi yang tenang dan senja yang mena...